Posted by : Unknown Selasa, 27 Januari 2015


FIREWALL



I.                DEFINISI FIREWALL

Firewall atau tembok-api adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Tembok-api umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar ataupun pencuri data lainnya, Disamping itu Firewall merupakan suatu cara/sistem/mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware , software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya.
I.II PENGGUNAAN FIREWALL

Firewall secara umum di peruntukkan untuk melayani :
1. mesin/komputer
Setiap individu yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan menginginkan semua yang terdapat pada komputernya terlindungi.
2. Jaringan
Jaringan komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis topologi jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan, organisasi dsb.
2. FIREWALL PADA WINDOWS DAN LINUX

1.I Firewall pada windows

           
Dengan integrasi IPSec, Windows firewall akan mengecek keaslian dari pengguna, komunikasi, cakupan, akses bertingkat dan perlindugan data yang rahasia. Selain itu tentu saja dengan fasilitas ini akan menigkatkan nilai tambah dan investasi.Windows 7 telah menyertakan windows firewall dalam sistem operasinya seperti pada windows server 2008 dengan Active directory dan group policy. Windows firewall juga didisain dalam mendukung pihak ketiga dalam solusi keamanan dengan menggunakan scriptable application programming interface (API).
Lapisan keamanan ini dapat dikontrol melalui group policy atau programming skript untuk menyaring pemakai, computer atau aplikasi yang ada. IP sec dapat mengetahui keaslian pemakai, computer sebagai bagian dari kebijakan pengamanan.

• . Contoh dari firewall jenis ini adalah Microsoft Windows Firewall (yang telah terintegrasi dalam sistem operasi Windows XP Service Pack 2, Windows Vista dan Windows Server 2003 Service Pack 1), Symantec Norton Personal Firewall, Kerio Personal Firewall, dan lain-lain. Personal Firewall secara umum hanya memiliki dua fitur utama, yakni Packet Filter Firewall dan Stateful Firewall.
Mengaktifkan Firewall dalam Windows XP
Microsoft Windows XP dilengkapi dengan sistem keselamatan dalam bentuk firewall. Sistem ini dikenali dengan nama ICF atau Internet Connection Firewall. ICF amat diperlukan sebagai perlindungan jika komputer anda berada dalam rangkaian lebih-lebih lagi jika komputer anda bersambung terus ke talian Internet.
Untuk mengaktifkan ICF dalam Windows XP SP1:
1) Klik Start -> Settings -> Control Panel
2) Klik ikon Network Connections
3) Pilih ikon sambungan yang ingin dilindungi, klik kanan dan pilih Properties
4) Pilih tab Advanced
5) Di bagian Internet Connection Firewall, tandakan Protect my computer and…
6) Klik OK
Untuk mengaktifkan ICF dalam Windows XP SP2:
1) Klik Start -> Run, taipkan Firewall.cpl dan tekan Enter
2) Pilih tab General
3) Klik On (recommended)
4) Klik OK

Beberapa software Firewall yang dapat digunakan untuk melindungi system antara lain :
1. Zone Labs Mengembangkan ZoneAlarm, firewall yang fungsinya untuk penggunaan pribadi. Anda harus hati-hati menavigasi situs untuk men-download versi gratis kecuali Anda memilih untuk membeli komersial (dan lebih kuat) ZoneAlarm Security Suite atau ZoneAlarm Pro. Pada 29 Oktober 2008, ini masih didukung.

2. Sunbelt Software Memiliki Sunbelt Kerio Personal Firewall. anda dapat mencoba dengan bebas selama 30 hari, setelah itu program ini otomatis tidak aktif ‘untuk firewall kurang kuat kecuali Anda memilih untuk membayar biaya pendaftaran.

3. Agnitum Memiliki versi freeware untuk perangkat lunak firewall mereka, Outpost Firewall Gratis. Namun, tapi software ini di buat 15 Januari 2006, dan di rilis tahun 2002 mungkin sudah tidak memadai untuk digunakan dengan berkembangnya spayware.

I.II Firewall pada Linux

Firewall Pada Linux
Firewall yang pertama kali dibuat adalah sebuah mesin Unix yang menjadi perantara antara sebuah LAN dengan Internet. Jika seorang user ingin mengakses Internet maka ia harus login terlebih dahulu ke mesin Unix untuk kemudian mengakses dari situ. Begitu pula ketika seorang user ingin mendownload data dari Internet maka ia harus download terlebih dahulu pada mesin Unix, baru dipindah pada workstation user.
Linux memiliki fasilitas firewall di kernelnya. Hampir semua distribusi Linux mengkonfigurasikan kernelnya dengan fasilitas firewall. Firewall di Linux dikonfigurasi dengan menggunakan program ‘ipchains’ pada kernel 2.2, ‘ipfwadm’ pada kernel versi 2.0, dan ‘ipnatctl’ serta ‘iptables’ untuk kernel versi 2.3/2.4. Artikel ini akan menggunakan ‘ipchains’ karena kebanyakan distribusi Linux saat ini menggunakan kernel versi 2.2 dan kernel versi 2.4 belum dirilis pada saat artikel ini dibuat.
Ipchains berguna untuk memodifikasi tabel firewall di dalam kernel Linux. Kernel Linux kemudian akan menggunakan tabel tersebut sebagai instruksi untuk melakukan sesuatu terhadap paket TCP/IP yang masuk melalui komputer Linux yang bersangkutan.
Firewall sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni :
1. Filtering Firewalls – yang akan memblok dan melewatkan paket paket tertentu
2. Proxy Servers – berfungsi sebagai perantara koneksi

Packet Filtering Firewalls
           
            Packet filter adalah sebuah software yang memeriksa header dari paket ketika paket tersebut lewat, dan memutuskan tindakan apa yang dilakukan terhadap paket tersebut. Apakah paket tersebut di-DROP (misal dengan menghapus paket tersebut), ACCEPT(misal, paket tersebut diteruskan ke tujuannya), atau hal lain yang lebih kompleks.
Pada Linux, packet filtering ditanamkan pada kernel ( sebagai modul kernel, atau digabungkan ke dalam kernel). Penerapan packet filtering sudah cukup lama sejak kernel 1.1. Versi pertamanya, masih banyak mencontoh cara kerja ipfw milik BSD (Sistem Operasi buatan University California atBerkeley), dibuat oleh Alan Cox pada akhir 1994. Berkembang menjadi ipfwadm pada kernel 2.0, ipchains pada kernel 2.2 dan terakhir iptables sejak kernel 2.4.

            Packet Filtering Firewalls dengan Iptables
           
            Iptables merupakan paket program yang disertakan secara default oleh banyak distro bersama dengan kernel versi 2.4. Pada iptables nantinya kita akan banyak berhubungan dengan aturanaturan(rules) yang menentukan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap sebuah paket. Aturan-aturan ini dimasukan dan dihapus pada tabel packet filtering yang terdapat pada kernel. Sekedar mengingatkan kernel adalah ”jantung” sistem operasi yang terus berada pada memori sejak computer booting hingga komputer dimatikan. Sehingga aturan apapun yang kita tentukan akan hilang pada saat terjadi rebooting, namun demikian terdapat beberapa cara agar aturan-aturan yang telah kita buat dapat di kembalikan pada saat Linux booting, yaitu :

1.      Menggunakan perintah iptables-save, untuk menyimpan aturan-aturan yang telah ditentukan dalam sebuah file, dan iptables-restore, untuk memanggil file aturan yang telah dibuat.
2.
2.      Meletakannya pada sebuah skrip yang akan berjalan pada saat inisialisasi Linux.
Macam – macam firewall pada Linux
Dalam UNIX, terdapat sejumlah program firewall yang populer digunakan dan tersedia satu paket dalam system operasi. Program firewall tersebut diantaranya adalah ipfwadm, ipchains, dan iptables. Berbagai varian Linux yang telah beredar menggunakan versi kernel nya masing-masing. Dukungan terhadap keamanan (security) data juga tergantung dari versi kernel. Firewall atau dinding api yang didukung oleh kernel versi lama, versi 2.0, adalah ipfwadm. Jenis firewall ini memiliki banyak kekurangan fitur seperti yang tersedia dalam IPChains. Ipfwadm hanya men-support tiga target untuk sebuah paket: accept, deny, atau reject, sedangkan rule-rule ipchains dapat memiliki enam built-in target. Ipfwadm sesungguhnya hanya cocok untuk firewall level IP sederhana saja, juga IP masquerading. Untuk mesin-mesin Linux yang menggunakan kernel 2.2 ke atas, maka sudah mendukung ipchains, program firewall yang lebih powerful dari ipfwadm. Pada prakteknya ipchains adalah program pengganti ipfwadm yang telah banyak digunakan untuk kode IP firewall lama.
Saat ini versi kernel Linux yang baru adalah versi 2.4.x yang mensupport iptables. Iptables adalah pengganti ipchains. Iptables memiliki fitur yang lebih banyak daripada ipchains. Poin poin utama tentang iptables antara lain adalah connection tracking capability, misal kemampuan untuk melakukan inspeksi paket. Fitur ini bekerja untuk icmp dan udp sebagaimana koneksi-koneksi tcp. Menyederhanakan perilaku paket-paket dalam melakukan negosiasi built-in chain (INPUT, OUTPUT, FORWARD). Separasi sempurna terhadap packet filtering dan network address translation (NAT).
Salah satu fungsi firewall adalah untuk mengantisipasi serangan-serangan DoS atau DdoS, yaitu peningkatan bandwith yang tidak wajar. Firewall yang kita gunakan adalah Advane Policy Firewall atau disingkat dengan APF.

3.      APF adalah firewall berbasis iptables yang dirancang untuk kebutuhan internet saat ini dan dijalankan di linux.
Terdapat 3 bagian filtering yang dilakukan oleh APF, yaitu :
1. Static rule base policies
2. Connection based stateful policies
3. Sanity based policies
Penjelasan dari ketiga bagian di atas adalah sebagai berikut :
• Static Rule Base Policie
adalah metode yang paling tradisional yang merupakan rules firewall yang bersifat tetap yang bertugas menangani traffic pada kondisi normal
• Connection Based Stateful Policies
untuk melakukan pembedaan atas paket-paket data untuk bermacam-macam tipe koneksi. Hanya paket-paket yang jelas koneksinya yang diijinkan (allow) oleh firewall, sedangkan paket lainnya akan ditolak (reject).
• Sanity Based Policies
ialah kemampuan firewall untuk mengenali bermacam-macam traffic pattern guna mengetahui metode peyerang atau mempelajari traffic agar sesuai dengan internet standards.


                             Arsitektur Firewall

Ada beberapa arsitektur firewall. Pada artikel ini hanya akan dijelaskan
beberapa diantaranya, yaitu : dual-homed host architecture, screened host
architecture, dan screened subnet architecture.

1. Arsitektur Dual-Homed Host


Arsitektur Dual-home host dibuat disekitar komputer dual-homed host, yaitu
komputer yang memiliki paling sedikit dua interface jaringan. Untuk
mengimplementasikan tipe arsitektur dual-homed host, fungsi routing pada host ini
di non-aktifkan. Sistem di dalam firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed
host dan sistem di luar firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host,
tetapi kedua sistem ini tidak dapat berkomunikasi secara langsung.
Dual-homed host dapat menyediakan service hanya dengan menyediakan proxy
pada host tersebut, atau dengan membiarkan user melakukan logging secara
langsung pada dual-homed host.

2. Arsitektur Screened Host

Arsitektur screened host menyediakan service dari sebuah host pada jaringan
internal dengan menggunakan router yang terpisah. Pada arsitektur ini,
pengamanan utama dilakukan dengan packet filtering.
Bastion host berada dalam jaringan internal. Packet filtering pada screening router
dikonfigurasi sehingga hanya bastion host yang dapat melakukan koneksi ke
Internet (misalnya mengantarkan mail yang datang) dan hanya tipe-tipe koneksi
tertentu yang diperbolehkan. Tiap sistem eksternal yang mencoba untuk
mengakses sistem internal harus berhubungan dengan host ini terlebih dulu.
Bastion host diperlukan untuk tingkat keamanan yang tinggi.

 3. Arsitektur Screened Subnet
Arsitektur screened subnet menambahkan sebuah layer pengaman tambahan pada
arsitekture screened host, yaitu dengan menambahkan sebuah jaringan perimeter
yang lebih mengisolasi jaringan internal dari jaringan Internet.


Gambar 5. Arsitektur screened subnet
Jaringan perimeter mengisolasi bastion host sehingga tidak langsung terhubung ke
jaringan internal. Arsitektur screened subnet yang paling sederhana memiliki dua
buah screening router, yang masing-masing terhubung ke jaringan perimeter.
Router pertama terletak di antara jaringan perimeter dan jaringan internal, dan
router kedua terletak di antara jaringan perimeter dan jaringan eksternal (biasanya
Internet). Untuk menembus jaringan internal dengan tipe arsitektur screened
subnet, seorang intruder harus melewati dua buah router tersebut sehingga jaringan
internal akan relatif lebih aman.


SISTEM KEAMANAN JARINGAN

Keamanan jaringan menjadi semakin penting dengan semakin banyaknya
waktu yang dihabiskan orang untuk berhubungan. Mengganggu keamanan jaringan
sering lebih mudah daripada fisik atau lokal, dan lebih umum.
Terdapat sejumlah alat yang baik untuk membantu keamanan jaringan, dan
semakin banyak disertakan dalam software atau OS.

A. Packet Sniffers


Salah satu cara umum yang digunakan penyusup untuk memperoleh akses ke
banyak sistem di jaringan anda adalah dengan menggunakan sebuah packet
sniffer pada host yang telah diganggu. Sniffer ini mendengarkan port Ethernet
untuk hal-hal seperti "Password" dan "Login" dan "su" dalam aliran paket dan
kemudian mencatat lalu lintas setelahnya. Dengan cara ini, penyerang
memperoleh password untuk sistem yang bahkan tidak mereka usahakan untuk
dibongkar. Password teks biasa adalah sangat rentan terhadap serangan ini.
Di masa sekarang, penyerang bahkan tidak perlu mengganggu sebuah sistem
untuk melakukan hal ini, mereka dapat membawa laptop atau pc ke suatu gedung
dan menyadap ke jaringan anda.
Dengan menggunakan ssh atau metode password terenkripsi lainnya dapat
mencegah serangan ini. Hal-hal seperti APOP untuk rekening pop juga dapat
mencegah serangan ini.

B. Pelayanan sistem dan tcp_wrappers

Segera setelah anda menaruh sistem anda di sembarang jaringan, hal pertama
yang harus dilihat adalah pelayanan yang butuh anda tawarkan. Pelayananpelayanan
yang tidak perlu anda tawarkan seharusnya ditiadakan sehingga anda
memiliki satu hal yang tidak perlu dikhawatirkan dan penyerang memiliki satu
hal kurangnya untuk mencari lubang.
Beberapa pelayanan yang ingin anda biarkan ada adalah:
• ftp untuk transfer file
• telnet untuk remote machine
• mail, seperti pop-3 atau imap untuk mail
• identd untuk menagtur layanan
• time untuk waktu
Jika anda adalah pemakai dialup rumahan, kami menyarankan anda menolak
seluruhnya. tcpd juga mencatat usaha yang gagal untuk mengakses pelayanan,
sehingga ini dapat memberi anda ide bahwa anda sedang diserang. Jika anda
menambahkan pelayanan baru, anda harus pasti mengkonfigurasinya untuk
menggunakan tcp_wrappers berbasis TCP. Sebagai contoh, pemakai dial-up
normal dapat mencegah orang luar koneksi ke mesin anda, namun masih memiliki
kemampuan untuk menerima surat, dan membuat hubungan jaringan ke Internet.

C. Memverifikasi Informasi DNS Anda

Memelihara informasi DNS tentang seluruh host di jaringan anda agar tetap baru
dapat membantu meningkatkan keamanan. Bilamana ada host yang tidak
dijinkan terhubung ke jaringan anda, anda dapat mengenalinya dengan tidak
adanya masukan DNS. Banyak pelayanan dapat dikonfigurasi untuk tidak
menerima koneksi dari host yang tidak memiliki masukan DNS yang valid.

D. Monitoring identd



identd adalah program kecil yang umumnya berjalan di inetd. Ia mencatat
pelayanan tcp apa yang dijalankan pemakai, dan kemudian melaporkannya
kepada yang meminta.Banyak orang salah mengerti kegunaan identd, sehingga
meniadakannya atau memblok seluruh site yang memintanya. identd ada bukan
untuk membantu remote site. Tidak ada cara untuk mengetahui jika data yang
anda peroleh dari remote identd benar atau tidak. Tidak ada autentikasi dalam
permintaan identd.
Program ini dijalankan karena ia membantu anda, dan adalah titik data lain dalam
penelusuran. Jika identd anda tidak terganggu, maka anda mengerti ia memberi
tahu remote site nama pemakai atau uid orang-orang yang menggunakan
pelayanan tcp. Jika admin pada remote site datang kepada anda dan memberitahu
pemakai anda berusaha menghack ke site mereka, anda dapat secara mudah
mengambil tindakan terhadap pemakai tersebut. Jika anda tidak menjalankan
identd, anda harus melihat banyak catatan, memperkirakan siapa yang ada pada
saat itu, dan secara umum membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk
menelusuri pemakai.
identd yang disertakan dalam banyak distribusi lebih mudah dikonfigurasi
daripada yang diperkirakan orang. Anda dapat meniadakan identd untuk pemakai
tertentu, anda dapat mencatat seluruh permintaan identd, anda bahkan dapat
memiliki identd mengembalikan uid daripada nama pemakai atau bahkan NOUSER.

E. Menggunakan software Scanner Jaringan


Terdapat sejumlah paket software berbeda yang melakukan penelusuran
berdasarkan port dan pelayanan mesin atau jaringan. SATAN dan ISS adalah dua
yang paling dikenal. Software ini berhubungan ke mesin sasaran (atau seluruh
mesin sasaran di suatu jaringan) di semua port yang ada, dan berusaha
menentukan pelayanan apa yang sedang berjalan. Berdasarkan informasi ini,
anda dapat menemukan mesin yang rentan terhadap eksploitasi tertentu pada
server.
SATAN (Security Administrators Tool for Analyzing Networks) adalah sebuah
penelusur port dengan antara muka web. Ia dapat dikonfigurasi untuk melakukan
pemeriksaan ringan, menengah, atau berat pada mesin atau pada jaringan mesin.
Akan merupakan ide yang baik untuk memperoleh SATAN dan memeriksa
mesin atau jaringan anda, dan membenahi masalah-masalah yang ditemukan.
ISS (Internet Security Scanner) adalah penelusur berdasarkan port yang lain. Ia
lebih cepat daripada SATAN, dan mungkin lebih baik untuk jaringan yang besar.
Namun demikian, SATAN memberikan lebih banyak informasi.

F. Amankan Sendmail, qmail dan MTA

Salah satu pelayanan penting yang dapat anda sediakan adalah server surat.
Sayangnya, ia juga sangat rentan diserang, karena banyaknya tugas yang harus
dilakukan dan dibutuhkannya ijin khusus.
Pergunakan MTA yang dirancang dengan perhatian pada keamanan yang sangat
tinggi, selain itu cepat dan stabil serta aman. 

G. Serangan Denial of Service

Serangan denial of service adalah saat ketika penyerang berusaha menggunakan
beberapa sumber daya hingga terlalu sibuk untuk menjawab permintaan yang
resmi, atau menolak pemakai resmi mengakses mesin anda.
Serangan-serangan semacam ini meningkat dengan cepat pada tahun-tahun
belakangan ini. Beberapa yang populer dan terbaru ditampilkan di bawah ini.
Perhatikan bahwa yang baru selalu muncul setiap saat, sehingga ini hanya
merupakan contoh :
• SYN Flooding - SYN flooding adalah serangan denial of service jaringan. Ia
mengambil keuntungan dari "loophole" dalam koneksi TCP yang tercipta.
• Pentium "F00F" Bug - Ini baru ditemukan bahwa serangkaian kode assembly
yang dikirim ke prosesor asli Intel Pentium akan mereboot mesin. Ini
mempengaruhi setiap mesin dengan prosesor Pentium (bukan klon, atau
Pentium Pro atau PII), tidak tergantung pada sistem operasi yang dijalankan.
• Ping Flooding - Ping flooding adalah serangan denial of service brute force
sederhana. Penyerang mengirim "flood" paket ICMP ke mesin anda. Jika
mereka melakukan ini dari host dengan bandwidth yang lebih baik daripada
milik anda, mesin anda tidak akan mampu mengirim sesuatu ke jaringan.
Variasi serangan ini, disebut "smurfing" mengirim paket ICMP ke host
dengan IP kembalian mesin anda, memungkinkan mereka membanjiri anda
dengan sedikit terdeteksi. Jika anda diserang ping flood, gunakan alat seperti
tcpdump untuk menentukan asal paket (atau tampaknya berasal), kemudian
hubungi provider anda dengan informasi ini. Ping flood dapat secara mudah
dihentikan di level router atau dengan menggunakan firewall.
• Ping o' Death - Serangan Ping o' Death disebabkan lebih besarnya paket
ICMP ECHO REQUEST yang datang daripada yang dapat ditangani struktur
data kernel . Oleh karena mengirim sebuah paket "ping" besar (65.510 byte)
ke banyak sistem akan membuat mereka hang atau bahkan crash, masalah ini
secara cepat disebut "Ping o' Death". Ini telah lama diperbaiki, dan tidak perlu
dikhawatirkan lagi.
• Teardrop / New Tear
ada di kode fragmentasi IP pada platform Linux dan Windows. .

 H. Keamanan NFS (Network File System)

NFS adalah protokol file sharing yang paling banyak digunakan. Ia
memungkinkan server untuk mengekspor seluruh filesystem ke mesin lain
dengan dukungan nfs filesystem pada kernelnya (atau beberapa dukungan client
jika mereka bukan mesin Linux).
Banyak site menggunakan NFS untuk bertugas sebagai direktori home untuk
pemakai, sehingga tak peduli mesin apa yang dimasuki, mereka akan selalu
memiliki file-filenya.
Terdapat sedikit "keamanan" dibolehkan dalam mengekspor filesystem. Anda
dapat membuat peta nfsd pemakai root remote ke pemakai nobody, membatasi
akses total ke file-file yang diekspor. Namun demikian, karena pemakai individu
memiliki akses ke file-file mereka (atau paling tidak uid yang sama), superuser
remote dapat login atau su ke rekening mereka dan memiliki akses total ke filefile
mereka. Ini hanya penghalang kecil bagi seorang penyerang yang memiliki
akses untuk melakukan mount filesystem remote anda.
Jika harus menggunakan NFS, pastikan anda mengekspor ke mesin-mesin yang
anda butuh untuk ekspor saja. Jangan pernah mengekspor seluruh direktori root
anda, ekspor hanya direktori yang perlu anda ekspor.
MELINDUNGI FIREWALL PADA LINUX

Semua yang anda lakukan di atas tidak akan berguna jika komputer Linux anda tidak aman. Seorang cracker akan berusaha untuk menjebol firewall Linux anda setelah mengetahui bahwa seluruh sistem anda dilindungi oleh firewall. Sebagaimana software pada umumnya, Linux pun memiliki bug atau kesalahan-kesalahan pemrograman lainnya. Kelebihan Linux dan software bebas (free software) dibandingkan dengan software tertutup (closed software) adalah kesalahan-kesalahan pemgrograman (bug) lebih cepat diperbaiki dan perbaikannya jauh lebih cepat sampai ke pengguna. Ada banyak kasus bug di kernel Linux yang diperbaiki hanya dalam hitungan jam, sedangkan vendor komersil membutuhkan berhari-hari dan bahkan lebih dari satu bulan untuk memperbaikinya. Tempat terbaik untuk mendapatkan informasi mengenai bug-bug tersebut beserta perbaikannya adalah di situs web distribusi yang anda pakai. Hampir semua vendor distribusi Linux terkemuka memiliki halaman khusus yang membahas masalah keamanan pada produknya. Beberapa di antaranya juga memiliki mailing-list khusus untuk mengumumkan masalah keamanan, sehingga anda tidak perlu repot-repot melihat situs web vendor distribusi setiap hari. Linuxtoday juga memiliki bagian khusus yang mengumumkan masalah sekuriti Linux pada umumnya


KESIMPULAN
Dengan adanya firewall dalam suatu sistem jaringan komputer diharapkan dapat melindungi informasi-informasi penting dan dapat memanajemen lalu lintas pengaksesan dari dalam maupun dari luar sistem. Guna meningkatkan kinerja seluruh bagian – bagian terkait mencapai kemaksimalan suatu koneksi atau jariangan dari dalam maupun luar yang memberi efek menguntungkan bagi si pengguna ( user ).

Konfigurasi Firewall Linux

          Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang terdapat dalam berbagai sistem operasi misalkan windows dan linux yang berfungsi sebagai filter untuk mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman.
Untuk di windows firewall terletak di Control Panel dan di System and Security dan cara mengaktifkannya dan menonaktifkannya-pun sudah banyak yang tahu, tapi bagaimana di Linux ?
Anda tidak usah bingung, dibawah adalah command untuk mengatur firewall anda.

Pertama silahkan buka terminal Ubuntu anda dan silahkan ketik :
Untuk menonaktifkan firewall :
sudo ufw disable
Untuk mengaktifkan firewall :
sudo ufw enable
Untuk mengecek status firewall :
sudo ufw status
Untuk mengatur default policy Deny :
sudo ufw default deny
Untuk mengatur default policy Allow :
sudo ufw default allow

Catatan
UFW adalah Uncomplicated Firewall
Secara default, policy akan di set Deny jika anda mengaktifkan ufw dan akan diset Allow jika menonaktifkan ufw.



Konfigurasi Firewall sederhana menggunakan Shorewall

Shorewall adalah salah satu tools firewall pada linux yang berbasiskan iptables. Shorewall terdapat konsep “zone” yang memudahkan kita untuk menentukan policy firewall, daripada kita melakukan konfigurasi secara manual dengan iptables. Misalnya network anda adalah spt gambar dibawah ini :


maka untukmemudahkan kita, asumsikan saja ada 3 zona yang dapat di definisikan, yaitu :
1. LAN, yaitu jaringan lokal, kita definisikan sebagai zona lok
2. Internet, yaitu koneksi kita ke internet, kita definisikn sebagai zona net
3. Komputer Firewall kita secara otomatis bernama zona $FW

Berikut ini adalah step-by-step konfigurasi yang diterapkan
Install shorewall dari repository terdekat

root@sman20:~# apt-get install shorewall shorewall-doc
Kopi konfigurasi dari template yg ada

root@sman20:~# cd /usr/share/doc/shorewall-common/default-config
root@sman20:~# cp zones /etc/shorewall/
root@sman20:~# cp interfaces /etc/shorewall/
root@sman20:~# cp policy /etc/shorewall/
root@sman20:~# cp rules /etc/shorewall/
Setting Shorewall sebagai berikut :

a. konfigurasi zona

root@sman20:~# vim /etc/shorewall/zones
fw firewall
lok ipv4
net ipv4

b. konfigurasi interface

root@sman20:~# vim /etc/shorewall/interfaces
lok eth0 detect tcpflags,nosmurfs
net eth1 detect tcpflags,nosmurfs

c. konfigurasi policy

root@sman20:~# vim /etc/shorewall/policy
$FW all ACCEPT
lok $FW DROP info
lok net DROP info
net $FW DROP info
net lok DROP info

d. konfigurasi rules

root@sman20:~# vim /etc/shorewall/rules
ACCEPT lok $FW tcp 80
ACCEPT net $FW tcp 80
ACCEPT lok $FW tcp 53
ACCEPT lok $FW udp 53
Testing konfigurasi sebelum menjalankannya

root@sman20:~# shorewall check
root@sman20:~# shorewall start
Coba me-restart shorewall untuk memastikan tidak ada error

root@sman20:~# shorewall restart
root@sman20:~# shorewall safe-restart
Setting Shorewall agar automatis berjalan sewaktu booting

root@sman20:~# vim /etc/default/shorewall
startup=1

Happy securing your self with firewall…
reference :

shorewall
shorewall-nat
shorewall-accounting
shorewall-hosts
shorewall-interfaces
shorewall-routestopped
shorewall.conf
shorewall-masq
shorewall-policy
shorewall-rules
shorewall-zones

Setting PC Router dan Firewall pada LINUX

Artikel ini hanyalah sepenggal catatan kecil (referensi pribadi) yang di susun kembali
berdasarkan sumber-sumber lain dari internet, hasil diskusi dengan paman Google dan
bibi Yahoo :-). Dengan harapan diposting disini untuk mengingat-ingat kembali dan
bisa pula menjadi referensi bagi semuanya terutama buat eKa yang meminta
postingan ini melalui Shoutbox beberapa hari yang lalu. Dan khususnya bagi siswa
saya TKJ yang sedang belajar LINUX dan menghadapi Lomba Kegiatan Siswa
(LKS).
Sebenarnya sudah banyak website/blog yang ngulik masalah ini secara tuntas, sebut
saja Forum Linux, Info Linux, Gudang Linux, DiskusiWeb, Linux Online dll. Akan
tetapi disini saya cuma membahas bagaimana menjadikan Linux yang kita miliki
sebagai gateway yang akan menghubungkan jaringan lokal (LAN) ke dunia luar
(Internet). Dimana, sistem Linux ini akan dijadikan sebagai PC Router dengan
konfigurasi Ip_forwarding, dan NAT+MASQUERADE dengan settingan standard
yang sederhana. Sementara untuk penggunaan Firewall, URL Filter, Squid serta Delay
Pools (manajemen bandwidth) akan dibahas pada postingan berikutnya.
Installasi ini sudah berhasil dilakukan pada distro linux redhat 9.0 dan fedora core 6.0
(LINUX TEXT) dengan spesifikasi komputer Intel PIII 866MHz, RAM 256, HDD
20GB, dan 2 buah Ethernet Card (Intel PRO/100 S Desktop Adapter – Realtek
RTL8139/810x Familiy Fast Ethernet NIC).

1.  Sebelum Setting mintalah IP publik ke ISP lengkap dengan netmask, broadcast dan
dns-nya. Kemudian tentukan juga IP Lokal yang akan digunakan pada komputer
client. Misal : (eth0) IP : 192.168.1.2 NETMASK : 255.255.255.0 GATEWAY :
192.168.1.1 BROADCAST : 192.168.1.255 NETWORK : 192.168.1.0DNS1 :
202.134.0.155DNS2 : 202.134.2.5
DNS3 : 203.130.193.74
(eth1)IP : 192.168.10.254/24NETMASK : 255.255.255.0BROADCAST :
192.168.10.255
NETWORK : 192.168.10.0
Catatan, loginlah ke mesin linux anda dengan username sebagai ROOT. Untuk
melakukan perubahan tekan tomboll (insert) dan untuk menyimpan perubahan tekan
escape : wq (write quit).

2.  Settinglah IP pada ethernet-0.# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0ip static
DEVICE=eth0 BOOTPROTO=static BROADCAST=192.168.1.255
IPADDR=192.168.1.2NETMASK=255.255.255.0NETWORK=192.168.1.0
ONBOOT=yes

dhcpDEVICE=eth0BOOTPROTO=dhcp
ONBOOT=yes

3. Settinglah IP MGW dan HostName, serta DNS Resolver # vi
/etc/sysconfig/network NETWORKING=yes HOSTNAME=router
GATEWAY=192.168.1.1
# vi /etc/resolv.confnameserver 202.134.0.155nameserver 202.134.2.5
nameserver 203.130.193.74
3. Settinglah IP pada ethernet-1# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-
eth1DEVICE=eth1BOOTPROTO=staticBROADCAST=192.168.10.255IPADDR=19
2.168.10.254NETMASK=255.255.255.0NETWORK=192.168.10.0
ONBOOT=yes
Pastikan default gateway telah mengarah ke IP gateway ISP, # route –nDan untuk
melihat IP masing-masing ethernet cobalah command berikut :
# ifconfig|more

5. Setting IP Forwarding, agar paket dari jaringan client dapat berjalan ke jaringan di
luarnya melalui gateway.# vi /etc/sysctl.conf
rubah net.ipv4.ip_forward = 0 menjadi net.ipv4.ip_forward = 1
# chkconfig –level 2345 network on
# /etc/rc.d/init.d/network restart
Sekarang lakukan testing dengan ngeping ke:# ping 192.168.1.1# ping 202.134.0.155
atau 202.134.2.5# ping www.google.com
# ping 192.168.10.0/24

Jika hasilnya Reply berarti settingnya sudah berhasil dan tinggal selangkah lagi.
6. Agar client atau jaringan lokal (LAN) yang terhubung dengan sistem linux anda (ke
eth1) dapat mengakses internet, maka settinglah MGW dengan menggunakan source
NAT IPTables dan Forwarding.# /etc/init.d/iptables stop
# vi /etc/rc.d/rc.nat
–:– Tambahkan scripts berikut –:–# !/bin/sh # flushIptables –FIptables –F –t nat#
Script iptables untuk Source NAT sesuai dengan ip di eth0 dan eth1 (IP
Statik)/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.10.0/24 -j SNAT –
to-source 192.168.1.2# Script iptables jika ip external eth0 merupakan
DHCP/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.10.0/24 -j
MASQUERADE# Script Forwarding/sbin/iptables -t nat -A PREROUTING -i eth1 -s
192.168.10.0/24 -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-ports 3128/sbin/iptables -t nat -A
PREROUTING -i eth1 -s 192.168.10.0/24 -p udp –dport 80 -j REDIRECT –to-ports
3128/sbin/iptables -t nat -A PREROUTING -i eth1 -s 192.168.10.0/24 -p tcp –dport
8080 -j REDIRECT –to-ports 3128
/sbin/iptables -t nat -A PREROUTING -i eth1 -s 192.168.10/24 -p udp –dport 8080 -j
REDIRECT –to-ports 3128
# chmod +x /etc/rc.d/rc.nat
# iptables –L –t nat
7. Simpanlah semua hasil konfigurasi di /etc/rc.local, sehingga Anda tidak perlu harus
melakukan command-command sebelumnya setiap kali sistem di on-kan atau di-
restart. Lakukan langkah berikut # vi /etc/rc.local:– Tambahkan script berikut –:#
Local system initialization script# Put any local setup commands in
here:#/etc/rc.d/rc.nat#
echo “”
Sampai pada tahap ini, berarti Anda sudah selesai membangun sebuah PC router
dengan penerapan ip forwarding dan NAT+Masquerade, untuk mengujinya lakukan
test ping dari komputer client ke DNS atau ke www.google.com. Jika hasilnya reply,
berarti internet sudah bisa di akses dari client

 sampai disini dulu smoga bermanfaat bagi anda semua, terimakasih telah mengunjugi blog saya :)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

►

- Copyright © widi - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -